Tuesday, October 20, 2015


A. Sejarah Internet dan Perkembangan Internet

Internet berawal dari diciptakannya teknologi jaringan komputer sekitar tahun 1960. Apa sebenarnya jaringan komputer itu ? Jaringan komputer adalah beberapa komputer terhubung satu sama lain dengan memakai kabel dalam satu lokasi, misalnya dalam satu kantor atau gedung. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya.
Pada awal diciptakannya, jaringan komputer dimanfaatkan oleh angkatan bersenjata Amerika untuk mengembangkan senjata nuklir. Amerika khawatir jika negaranya diserang maka komunikasi menjadi lumpuh. Untuk itulah mereka mencoba komunikasi dan menukar informasi melalui jaringan komputer.
Setelah angkatan bersenjata Amerika, dunia pendidikan pun merasa sangat perlu mempelajari dan mengembangkan jaringan komputer. Salah satunya adalah Universitas of California at Los Angeles (UCLA). Akhirnya tahun 1970 internet banyak digunakan di unversitas-universitas di Amerika dan berkembang pesat sampai saat ini. Agar para pengguna komputer dengan merek dan tipe berlainan dapat saling berhubungan, maka para ahli membuat sebuah protokol (semacam bahasa) yang sama untuk dipakai di internet. Namanya TCP (Transmission Control Protocol, bahasa Indonesianya Protokol Pengendali Transmisi) dan IP (Internet Protocol).
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari

riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet.

1. Sejarah dari adanya intenet dimulai

Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik).

a. Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
pada tahun 1969 ketika itu Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik.
Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
ARPANET kemudian merancang sebuah jaringan dengan kehandalan teknologi informasi yang dapat memindahkan data dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, dan ditetapkan sebagai sebuah standar pembangunan protokol baru yang saat ini dikenal TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) dan disinilah awal dari segala sejarah internet yang dikenal luas sampai saat ini.

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

b. Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.

c. Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket

B. Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan Teknologi Internet

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon ( baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet. Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.

Dampak Positif:

1.Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2.Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3.Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4.Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5.Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidi
kan, kebudayaan, dan lain-lain
6.Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dampak Negatif :

1.Pornografi Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
2.Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3.Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4.Carding Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5.Perjudian Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
6.Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
7.Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
8.Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
9.Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya


Sumber:




Revolusi Mental dan Reformasi Akhlak

Banyak teori mencapai kebahagiaan, dan teori terbaik adalah yang yang ditawarkan Islam berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Nabi. Termasuk di dalamnya perlunya revolusi pola pikir dan pola sikap dengan cara mereformasi akhlak keseharian kita.
Oleh: A. Fatih Syuhud

Tujuan pertama ketika manusia bangun tidur di pagi hari adalah bagaimana untuk survive (bertahan hidup) dan meneruskan kehidupan. Ini yang disebut kebutuhan dasar. Hal ini terjadi bukan hanya pada manusia, tapi juga hewan. Apabila kebutuhan dasar ini sudah terpenuhi, maka tujuan kedua adalah bagaimana mencapai kebahagiaan.
Tujuan pertama memotivasi terjadinya perputaran, pergerakan dan dinamika ekonomi. Manusia bekerja, memutar otak dan mengerahkan segala kemampuan jiwa dan raga untuk menelorkan hasil ekonomi yang maksimal sesuai dengan kemampuan akal pikiran, skill dan latar belakang pendidikannya. Dari mulai bekerja sebagai pemulung, petugas sampah, pegawai negeri dan swasta, direktur perusahaan sampai jadi presiden.
Tujuan kedua, yakni mencapai kebahagiaan, memotivasi manusia untuk berfikir dan berbuat lebih dari sekedar mencari sesuap nasi. Dari kalangan umat manusia yang mendapat kelebihan berpikir, lahirlah berbagai teori bagaimana kebahagiaan dapat dicapai tidak saja oleh manusia sebagai invididu, tapi juga oleh manusia sebagai bagian dari suatu bangsa di suatu negara tertentu dan bahkan dunia.
Di Barat, muncullah nama-nama filsuf besar Yunani seperti Sokrates (469 –399 S.M), Plato (428 – 427 S.M), Aristoteles (384 – 322 S.M). Di Timur muncul nama Konfusius, pendiri Kong Hu Chu (551–479 S.M), dan Siddhartha Gautama, pendiri agama Budha (563–483 sebelum Masehi), dan banyak lagi.
Pendapat Filsuf Non-Muslim tentang Bahagia
Sokrates berpendapat bahwa untuk mencapai kebahagiaan seseorang harus mengetahui apa yang diinginkan nuraninya, bukan fisiknya, dan berusaha mencapai keinginannya itu. Karena, menurut Sokrates, kebahagiaan itu mengalir tidak dari kondisi fisik atau eksternal seperti kenikmatan badani atau kekayaan materi dan kekuasaan, akan tetapi ia berasal dari kehidupan yang sesuai dengan jiwa dan rasa terdalam seseorang.[1]
Plato berkeyakinan bahwa kebahagiaan itu adalah apabila seseorang dapat mencapai apapun yang dia cita-citakan, seperti menjadi kaya atau jadi penguasa, asal dengan cara yang benar, adil dan bermoral.[2]
Aristoteles percaya bahwa hidup bahagia itu adalah apabila seseorang dapat mencapai potensi diri secara maksimal dengan cara yang etis.[3]
Setiap orang, kata Konfusius, dapat mencapai kebahagiaan. Manusia pada dasarnya baik dan bahwa apabila seseorang mengikuti aturan moral yang ketat dan mengoreksi perilakunya, maka seluruh penyakit dunia akan hilang dan kebahagiaan akan tercapai.[4]
Sementara Siddhārtha Buddha Gautama mengatakan bahwa jiwa dan raga adalah dua hal yang terpisahkan. Jiwa akan menjadi penyebab pada eksistensi dan kondisi seseorang. Apa yang dialami seseorang merupakan cerminan dari apa yang dipikirkan. Seseorang yang berbicara atau berbuat dengan pemikiran buruk, akan membuatnya sengsara. Sementara apabila dia berbicara dan bertindak dengan pikiran jernih, maka dia akan mencapai kebahagiaan.[5]
Dimulai oleh para filsuf klasik di atas, maka muncullah banyak para pemikir pemikir terkemuka pada abad-abad setelahnya yang buah pikirannya tidak hanya memfokuskan diri pada bagaimana mencapai kebahagiaan individual, tapi juga bagaimana menciptakan suatu sistem komprehensif untuk membuat tata dunia baru. Diharapkan dari sistem baru tersebut, kebahagiaan manusia sebagai suatu individu dan bangsa akan tercapai. Sistem itu bukan hanya mengatur etika bersosial, tapi juga bernegara, berbangsa dan berekonomi. Dari situ munculllah paham-paham seperti Demokrasi dan Komunisme di bidang politik; Kapitalisme dan Sosialisme di bidang ekonomi. .
Di sisi lain, dengan tujuan yang sama yakni untuk menciptakan umat manusia yang dapat hidup bahagia, Allah menurunkan agama Islam. Ada 25 Nabi dan Rasul yang diutus ke dunia untuk menyebarkan Islam. Dan Rasul Allah terakhir adalah Nabi Muhammad dengan mukjizatnya yang tak tertandingi yaitu Al Quran. Sebuah mukjizat yang tiada pernah habis untuk dibahas, diteliti dan dianalisa tidak hanya oleh para pemikir, mujtahid dan ulama muslim; tapi juga oleh para sarjana non-muslim.
Hidup Bahagia adalah Akhlakul Karimah
Islam telah memberi pesan jelas, tegas dan singkat bahwa untuk mencapai kebahagiaan baik yang bersifat pribadi, kelompok maupun umat, satu kata yang diperlukan yaitu akhlakul karimah (QS Al Qalam 68:4). Hal ini dipertegas dengan sabda Nabi yang menyatakan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlakul karimah(innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq).
Dengan demikian, akhlakul karimah menjadi tema sentral Islam dalam rangka menuju hidup bahagia. Secara garis besar, akhlakul karimah terdiri dari akhlak kepada Allah (QS Ali Imron 2:103), akhlak kepada sesama manusia (QS Ali Imron 2:112) dan akhlak pada diri sendiri (QS At Tahrim 66:6).
Akhlak pada Allah atau hablun min Allah adalah suatu poin penting yang membedakan antara konsep yang ditawarkan Islam dengan teori buatan manusia. Konsep hablun min Allah ini dapat digambarkan bahwa seorang muslim sejak ia lahir sudah menjalani semacam “kontrak sosial” dengan Allah untuk percaya pada keesaan-Nya. Di mana sebagai konsekuensinya, seorang muslim akan menjalankan semua perintah dan menjauhi laranganNya dengan penuh totalitas dan tanpa reserve.[6]
Akhlak pada sesama manusia atau hablun minannas adalah suatu hal yang tak terelakkan. Bahkan, pada dasarnya, hubungan antara sesama umat manusia ini, baik antara sesama muslim maupun dengan nonmuslim, menjadi topik utama ajaran Islam. Tidak hanya itu, standar kesalihan seorang muslim sering diidentikkan dengan satu hal: bahwa kadar keimanan seseorang kepada Allah tergantung seberapa baik relasinya dengan sesama manusia. Seberapa besar manfaatnya kepada manusia lain (QS Ali Imron 3:92).
Akhlak pada diri sendiri ini adalah proses seorang muslim untuk menyucikan diri (QS As Syams 91:9), mereformasi akhlak. Karena, pada dasarnya karakter manusia adalah ibarat bahan mentah yang masih perlu dimasak. Quran bahkan menyatakan bahwa secara naluri dasar, karakter manusia cenderung buruk (QS An Nisa’ 4:127) pada saat yang sama dengan anugerah akal yang diberikan Allah, manusia berkesempatan untuk melakukan pilihan: antara pilihan yang baik dan plihan yang buruk (QS Al Balad 90:9). Dan Allah sudah menegaskan untuk tidak akan merubah keadaan seseorang (kaum) sampai orang itu berusaha merubahnya sendiri (Ar Ra’d 13:11). Dengan mereformasi akhlak pribadi dalam bertindak dan berfikir, diharapkan segala perilaku keislaman seorang menjadi semakin tinggi nilainya karena didasarkan pada motivasi yang benar dan tulus.
Reformasi akhlak inilah yang menjadi bahasan utama buku ini. Semoga kesuksesan dunia dan kebahagiaan akhirat menyertai kita semua. Amin. Wallahu a’lam bisshawab.
Sumber:
[1] http://www.fatihsyuhud.net/
[2] Celina Luzanne, Heritage Of Buddha: The Story Of Siddhartha Gautama, Kessinger Publishing, LLC, USA (July 25, 2007)
[3] Fazlur Rahman, Islam, University Of Chicago Press; 2nd edition (August 15, 1979)
[4] http://www.al-hisbah.com/2015/01/revolusi-akhlak-vs-revolusi-mental.html